Peringati HUT ke-11 Desa, Pemdes Sungai Papauh Gelar Baksos dan Ngetrail Amal Kasrem 042/Gapu Ikuti Rapurna TMMD ke 43 Tahun 2022 Secara Virtual Pangdam II/Sriwijaya Bekali 430 Siswa dan Siswi SMAN Titian Teras Jambi Wawasan Kebangsaan Kunjungi Kampung Pancasila, Pangdam II/Swj Ajak Masyarakat Selalu Rukun dan Harmonis Anies Makan Bareng Pengurus Tiga Partai, Sekjen Demokrat : Alhamdulillah Kami Semakin Solid

Home / Nasional

Minggu, 25 September 2022 - 00:40 WIB

Rocky Gerung, Pemerintah Tak Ingin Nama Anies Terus Mencuat

Rocky Gerung Bicara di depan para relawan Anies dalam diskusi publik bertajuk Refleksi 5 Tahun Kepemimpinan Anies di DKI Jakarta, Jumat (23/7/22).

Rocky Gerung Bicara di depan para relawan Anies dalam diskusi publik bertajuk Refleksi 5 Tahun Kepemimpinan Anies di DKI Jakarta, Jumat (23/7/22).

JAKARTA – Pengamat politik, Rocky Gerung mengatakan pemerintah tidak ingin nama Anies Baswedan terus mencuat di media. Karenanya, pemanggilan oleh KPK merupakan salah satu upaya untuk mengganggu Anies.

Pernyataan ini disampaikan Rocky di depan para relawan Anies dalam diskusi publik bertajuk Refleksi 5 Tahun Kepemimpinan Anies di DKI Jakarta, Jumat (23/7/22).

“Kan pemerintah mau supaya Anies tidak beredar di pers, karena itu diganggu dia. Tapi bikin teknik kuliah mini itu. Manfaatkan jebakan lawan sebagai tempat menghasilkan perubahan,” kata Rocky.

Rocky Gerung meyakini jika elektabilitas Anies Baswedan akan terus meningkat. Kendati begitu, ia mengatakan Anies bakal melalui jalan terjal. Menurutnya, kekuasaan tidak akan serta merta meloloskan Anies untuk melanggeng sebagai capres.

BACA JUGA  Tak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia, AHY Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan

“Tinggal kita hitung berapa kali Anies akan dikeluarin surat perintah penyidikan (sprindik). Jangan berpikir Anies akan melenggang, enggak. Anies harus diuji dalam sprindik, ngga mungkin kekuasaan loloskan Anies begitu saja, pasti tiap minggu dipanggil, soal ini dan itu,” kata Rocky.

KPK diketahui tengah menyelidiki kasus Formula E. Sejumlah pejabat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta sudah dimintai keterangan.

Anies Baswedan dimintai keterangan oleh penyidik selama 11 jam pada 7 September 2022. Seusai diperiksa, Anies mengatakan akan membantu KPK dalam memberantas korupsi. Pemeriksaan Anies itu diwarnai dengan demonstrasi yang digelar oleh para pendukungnya.

BACA JUGA  Momen HUT RI, Ketum DPP LDII Yakinkan Ponpes Bukan Sarang Radikalisme

“Senang sekali bisa kembali membantu KPK dalam menjalankan tugasnya,” kata Anies.

Langkah KPK menguak kasus penyelenggaraan Formula E dinilai sebagian pihak sebagai upaya untuk menjegal Anies Baswedan untuk maju pada Pilpres 2024.

Selain secara hukum, Anies juga disebut akan dijegal secara politik melalui isu agar pesta demokrasi lima tahunan itu hanya menghadirkan dua pasang calon saja.(*)

Sumber : tempo.co

Share :

Baca Juga

Nasional

Momen HUT RI, Ketum DPP LDII Yakinkan Ponpes Bukan Sarang Radikalisme

Nasional

Diungkap Terang, Irjen Ferdy Sambo Ditetapkan Tersangka Kasus Kematian Brigadir J

Nasional

Pemegang Paspor RI yang Hendak Bepergian ke Jerman dapat Mengajukan Endorsement Tanda Tangan di Kantor Imigrasi

Nasional

34 DPD dan Seluruh DPC Partai Demokrat Mendesak AHY Maju Jadi Capres

Nasional

Tak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia, AHY Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan

Nasional

Jokowi Putuskan Harga Pertalite Naik Jadi Rp10.000

Nasional

Satgas Yonif R 321/GT/13/1 Kostrad Berbagi Makanan Kepada Warga Pedalaman Papua

Nasional

AHY : Insya Allah Demokrat Istikamah Mengawal Harapan Rakyat